Manajemen Kualitas Air Kolam, Cegah Penyakit Bibit Lele

Banyak faktor penyebab bibit lele terkena penyakit, diantaranya manajemen kualitas air kolam yang kurang baik. Penyakit lele yang paling banyak muncul yakni Aeromonas dan kembung. Walaupun ikan lele dijuluki ikan yang tahan bahan banting, namun kenyataannya ikan lele sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kualitas air.

Bagaimana Munculnya Penyakit?

Munculnya penyakit pada bibit lele kebanyakan dalam kondisi stres akibat kepadatan ikan tinggi, pakan yang buruk (malnutrisi), penanganan ikan yang kasar, manajemen kualitas air buruk, dan fluktuasi suhu air yang ekstrim. Manajemen pemberian pakan penyebab utama munculnya penyakit. Akumulasi sisa pakan yang menumpuk didasar kolam bercampur dengan amoniak menyebabkan kualitas air tidak baik. Kadar amoniak yang tinggi dari sisa pakan yang tidak terurai menimbulkan racun yang menyebabkan bibit lele terserang penyakit Bakteri Aeromonas hydrophila. Serangan bakteri ini bersifat tiba-tiba dan jika kondisi lingkungan bertambah buruk dapat menimbulkan kematian hingga 100% sehingga diperlukan pengananan yang cepat.

Manajemen Kualitas Air, Cegah Penyakit Bibit Lele

Pencegahan ataupun pengobatan penyakit bibit lele seperti aeromonas dan kembung kuncinya pada manajemen kualitas air. ada beberapa teknik yang dafufarm gunakan seperti; (1). Manajemen umur air kolam adalah dengan melakukan pemindahan berkala (10 s.d 15 hari sejak ikan berada dikolam tersebut). Hal ini untuk memotong rantai bibit penyakit yang sudah mulai berkembang pada kolam lama. (2). Manajemen kualitas air adalah dengan memberikan perlakuan khusus pada air kolam mengunakan probiotik dan dolomite (sesuai takaran). (3). Manajemen pemberian pakan adalah dengan mengukur dan menjadwalkan pemberian pakan sesuai waktu dan ukuran ikan.

Untuk pengobatan yang dafufarm lakukan dengan melakukan pergantian air 50% dari tinggi air kolam. Hindari untuk memindahkan atau menguras habis air kolam karena justru akan menambah stres bibit lele. Diusahakan 50% air yang dibuang adalah air bawah dan air dikembalikan seperti ketinggian semula. Lakukan penyifonan lantai dan dinding kolam secara berkala. Pemberian probiotik racikan dan malamnya diberikan dolomite (airnya saja) sangat direkomendasikan. Pemberian pakan Pakan dikurangi 70% dari pemberian pakan normal, selama 3 hari sehingga akumulasi zat racun dalam tubuh bibit lele berkurang dan berangsur-angsur pulih. Mulailah dengan manajemen kualitas air sehingga kejadian diatas dapat diminimalisir. (sumber : Pengalaman dafufarm dan media lainnya)

Related Posts